Rabu, 02 Februari 2011

Orang Tua Akan Pulangkan Sendiri Anaknya dari Mesir

Cemas atas nasib kedua anak perempuannya di Kairo Mesir, Abdul Fatah (58) warga Manukan Mukti 12 B Surabaya berinisiatif menjemput mereka dari apartemen Mohandeseen, Kairo, Mesir yang lokasinya hanya berjarak 100 meter dari tempat kericuhan.


“Saya ini khawatir, kalau terjadi apa apa. Apalagi pihak deplu saat kami hubungi selalu tidak bisa.” katanya sambil menangis.


Ia berharap pemerintah Indonesia segera memulangkan kedua anaknya yang sampai saat ini berada dalam ketakutan.


Diketahui, kedua anaknya adalah Nining Hasanah Fatah (24) dan Nafisyah Fatah(23). Keduanya tercatat sebagai mahasiswa Al-Azar, Kairo Mesir. [bs/ara]

Anggota FPDIP DPRD Surabaya Terancam Recall

Delapan anggota Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP) DPRD Surabaya terancam sanksi berat atau bahkan recall atas sikap pemakzulan hingga pencopotan Tri Rismaharini sebagai wali kota.


Ketua DPD PDIP Jatim Sirmadji di Surabaya, Selasa (1/2) membenarkan DIP akan memberikan sanksi. Namun pihaknya belum berani memastikan sanksi apa bagi Wisnu Sakti Buana dan anggotanya yang menentang sikap partai. "Sesuai prosedural, DPD masih akan membahasnya dan melaporkannya ke DPP. Keputusan sanksi atau tidaknya tergantung pusat," ujar Sirmadji.


Seperti diketahui,FPDIP menyetujui rekomendasi Pansus Hak Angket bahwa Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dianggap telah melanggar UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah, UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah dan Permendagri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah. (ara)

Jelang Imlek, Kertas Kim Chua Laris Terjual

Menjelang perayaan pergantian tahun Imlek 2561, kertas Kim Chua untuk sembahyangan di klenteng Hong Tiek Huan di kawasan Dukuh Surabaya laris terjual.


Mustofa (35) salah pengrajin kertas Kim Chua mengaku dalam sehari ia bisa menjual 800 ikat kertas.
"Memang yang paling laris itu kertas Kim Chua berbentuk teratai." kata Nustofa (1/2)


Harga kertas Kim Chua berfariasi. Mulai dari 25 ribu rupiah sampai 750 ribu rupiah. Yang paling mahal adalah bentuk perahu naga. Kata Mustofa, selain kertas Kim Chua, penjualan lilin warna merah juga meningkat. (bs/ara)

Jelang Perayaan Imlek, Dinkes Surabaya Perketat Pengawasan Mamin

Menjelang perayaan pergantian tahun Imlek 2561, Dinas Kesehatan Surabaya bersama BB POM Surabaya gelar razia makanan dan minuman (mamin). Pengawasan juga dilakukan melalui penyuluhan ke sekolah-sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr Hj. Esty Martiana Rachmie kepada suarakawan.com mengatakan, langkah tersebut agar masyarakat dapat memilih mamin yang bergizi, tidak tertipu oleh kemasan saja.

"Asalkan mamin tersebut terbuat dari bahan-bahan alami dan tidak mengandung bahan kimia pastilah layak dan bergizi," Ujar dr Esty.

dr.Esty menghimbau kepada orang tua terus memperhatikan putera-puterinya, maraknya jajanan disekolah-sekolah yang dikhawatirkan berbahan kimia. (qt/ara)

Selasa, 01 Februari 2011

Ancam Pakai Senpi, TNI Gadungan Cabuli Anak-anak

Lie Sidharta (48), pengusaha sukses asal Dharmahusada Indah Utara Surabaya terpaksa meringkuk di tahanan Mapolrestabes Surabaya akibat 'senjatanya' telah memakan banyak korban remaja puteri yang masih berusia 14 tahun.

Menurut Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Coki Manurung, untuk mengelabui korbannya, Lie berkedok sebagai aparat TNI dengan mendatangi rumah korban, lalu mengajaknya kencan di hotel. Tak segan-segan tersangka mengacung-acungkan senjata api yang dimilikinya.

"Ternayata kalau sampai di hotel, korban dicabuli dan digauli. Kalau korban menolak, pelaku mengancam dengan senjata api yang dimilikinya" ujarKombes Pol Coki Manurung.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi telah menemukan tujuh korban Lie sejak 2008. Tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah.

Lie Sidharta sendiri saat dimintai keterangan mengaku jika bisa menggauli anak dibawah umur kekuatannya sebagai paranormal akan bertambah. "Saya melakukan ini sejak saya gelisah setelah kehilangan istri dan anak saya." katanya tenang. (bs/ara)